RI Punya Legitimasi Moral Redam Perang Di Timteng
- synergy policies
- 3 days ago
- 1 min read

Dinna Prapto Raharja, PhD, Executive Director Synergy Policies, menegaskan pentingnya peran Indonesia sebagai negara middle power yang mampu menjadi penyeimbang sekaligus pembangun jembatan dialog dalam dinamika konflik global. Dalam diskusi Indonesia Council on World Affairs (ICWA) bertajuk “Perang Israel/AS–Iran: Peluang Peran Indonesia sebagai Bridge Builder”, Dinna menilai bahwa Indonesia tidak seharusnya bersikap sebagai pengikut, melainkan tampil aktif dengan legitimasi moral dan diplomatik yang dimiliki. Menurutnya, peran middle power bukanlah konsep fiktif, melainkan posisi strategis yang dapat dijalankan melalui diplomasi berbasis soft power, perdamaian, dan stabilitas global. Ia juga menekankan bahwa Indonesia perlu mendefinisikan ulang cara pandang terhadap konflik dengan mempertimbangkan tiga aspek utama, yaitu kedaulatan negara, urgensi penggunaan kekuatan militer, serta dimensi kemanusiaan. Dengan pendekatan tersebut, Dinna meyakini Indonesia dapat berkontribusi secara lebih nyata sebagai bridge builder di tengah ketegangan geopolitik internasional.
Untuk membaca artikel selengkapnya, silakan klik tautan berikut:
Comments